Connect with us

Celoteh

Benarkah Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial?, Cek Faktanya

Benarkah Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial

Published

on

Hai Sobat Jasriadi, masih ingatkan dengan saya?..
Tahun 2017 saya tersandung kasus Saracen yang dituduh sebagai pabrik konten Ujaran kebencian, kasus yang saya alami begitu bombastis. Kenapa tidak?, karena semua media lini masa memberitakan tentang kasus saya yang sangat memalukan.

Pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2017 pukul 12:20 WIB media tempo memberitakan Saracen mempunyai 2000 akun dan kemudian berkembang menjadi 800 ribu akun untuk menyebarkan kontent kebencian. Berita tersebut bisa anda lihat di link berikut :
Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial, Berikut Aktivitasnya

Berita yang dimuat berdasarkan sumber Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Irwan Anwar, ia mengatakan dengan akun sejumlah itu, sindikat ini melakukan beragam aksi untuk menyebarkan konten kebencian. Mereka tak hanya membuat akun, tapi juga memiliki keahlian mencaplok akun media sosial sekaligus membaca situasi pemberitaan. 

Tuduhan kepada Saracen yang mempunyai 800 ribu akun di Media Sosial berikut faktanya :

Opini Hoaks Saracen

Sejak kasus Saracen bergulir, banyak media menyebut bahwa Saracen merupakan kelompok penyebar kebencian dan SARA. Akibatnya, opini tersebut melekat di masyarakat hingga berakibat pada disintegrasi bangsa.

Opini hoaks saracen datangnya entah dari mana, entah itu mungkin sumbernya dari penyidik atau dari kelompok tertentu sehingga Saracen jadi korbannya.

Yang Jelas awal mulanya bersumberkan dari website Christian Cyber Fighter (CCF),  website CCF menuding kalau Saracen kerap menyebarkan berita bohong untuk menyerang pemerintah melalui situs www.saracennews.com . Dengan begitu banyak orang percaya dan bahkan penyidik mengambil sumbernya dari CCF. (Nanti saya jelaskan lebih detail tentang CCF).

Saracen merupakan nama akun facebook yang saya gunakan dengan photo profil logo Saracen Cyber Team.

Sebelum saya tidak ditangkap oleh markas besar polisi republik Indonesia, Saya aktive online  menggunakan akun saracen, saya banyak membantu orang soal penanganan akun facebook khususnya dalam perbaikan akun yang sudah nonaktivekan facebook dan pengambilan akun facebook yang di ambil orang/dihack.

Akun Saracen yang saya gunakan sudah disita mabes Polri saat saya terjerat kasus Saracen, semenjak itulah Kasus saracen mencuat di tuduh sebagai penyebar konten kebencian. Saat saya diperiksa oleh penyidik, berbagaimacam pertanyaan yang dilontarkan. Terutama terhadap akun dan group facebook yang terhubung dengan akun saya. Penyidik juga meminta saya untuk memberitahukan data teman-teman saya yang menggunakan logo saracen ataupun yang terlibat dengan group facebook.

Dengan dimintai keterangan saya sampaikan apa adanya, akun mana yang dianggap menyebarkan kontent ujaran kebencian?, kalaulah ada sekelompok orang yang menggunakan logo saracen menyebarkan konten ujaran kebencian, itu bukan bagian dari saracen. Bisa saja ada orang atau kelompok lain yang menggunakan logo saracen untuk menyebarkan konten ujaran kebencian.

Misalkan saja pada hari rabu bulan juni 2020, saya mendapati ada akun facebook menggunakan logo saracen. profile tersebut terlihat di menu teman yang disarankan, saya klik akunnya ternyata logonya SARAGEN. Secara kasatmata seperti Saracen ternyata bukan.

Kemudian saya buat post menanyakan tentang akun facebook yang berlogo Saragen atas nama Andi Karaeng ID milik siapa, sebab sebelumnya pada bulan april akun Andi Karaeng ID pernah menggunakan logo Saracen.

Saya posting menanyakan pemilik akun facebook Andi Karaeng tidak ada maksud apa-apa, hanya memastikan apakah Andi Karaeng ID anggota atau bagian dari Saracen?, Karena pada waktu dalam penyidikan saya di mabes polri menyinggung akun tersebut.

Namun setelah saya posting, tiba-tiba ada banyak akun facebook yang tidak dikenal berkomentar menyerang saya. Saya di bully dan dianggap saya dapat hasutan, Saya jadi bingung dengan kehadiran akun-akun tersebut. Ngakunya sich dari cyber muslim, tapi saya tidak percaya. Kalaulah dari Cyber Muslim, tidak mungkin mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas apa lagi membuka aib orang lain.

Silahkan Cek komentar-komentar yang ada di postingan saya

Beberapa hari kemudian akhirnya postingan saya di respon, Andi Karaeng ID memberikan klarifikasi bahwa Andi Karaeng ID bukan Anggota saracen maupun bagian dari Saracen seperti pada cuplikan gambar dibawah ini yang saya ambil dari postingannya.

Dengan uraian yang entah berantah diatas (Maaf masih belajar), sudah cukup jelas bukan?, akun-akun facebook menggunakan logo saracen yang terhubung dengan akun facebook saya bukanlah bagian dari Saracen ataupun Anggota saracen. Bisa saja mereka simpatisan saracen atau sekedar hoby saja. Siapapun yang ingin menggunkan logo Saracen, saya tidak melarangnya, dengan catatan jangan memperburuk citra saracen.

Jadi Saracen Itu yang mana?, Apa lagi mempunyai 800 ribu akun "JELAS HOAKS".

Itulah kenapa pada saat di persidangan, Saracen tidak terbukti menyebarkan konten ujaran kebencian.

Silahkan Cek beritanya : Hakim: Saracen tak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian

Lain waktu saya akan jelaskan kembali tentang Saracen.
Terima kasih sudah mampir di rumah saya.
salam Jasriadi

Your reaction?

0
LOL
LOL
0
LOVED
LOVED
0
PURE
PURE
0
AW
AW
0
FUNNY
FUNNY
0
BAD!
BAD!
0
EEW
EEW
0
OMG!
OMG!
0
ANGRY
ANGRY

www.jasriadi.com merupakan situs pribadi Jasriadi Official menyajikan informasi dari berbagai sumber yang dapat anda baca dihalaman ini.

Comments

Trending